Ada yang berbeda dari debat final pilgub DKI Jakarta 2017 (10/2) yang digelar malam ini. Beberapa perwakilan penyandang disabilitas ikut menyaksikan acara tersebut secara langsung. Tema yang diangkat pada debat ketiga ini memang menyinggung kebijakan disabilitas meningkatan kepedulian terhadap penyandang disabilitas, mulai dari sektor pekerjaan sampai pelayanan publik. Saat pembukaan acara tersebut, mereka ikut menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan sangat antusias.

Silva Tenrisara Isma dan Adhika Irlang Suwiryo (Khakha) menjadi interpreter mereka di debat pilgub ini.
Keduanya lulusan S-2 jurusan Sign Linguistics di Chinese University of Hong Kong. Setelah menyelesaikan kuliahnya, mereka membentuk Laboratorium Riset Bahasa Isyarat (LRBI) di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia (FIB UI).

Meskipun LRBI baru berusia sekitar dua tahun, pengalaman mereka menjadi interpreter tidak dapat diragukan lagi karena jam terbang mereka sudah lebih dari delapan tahun. Tidak hanya aktif di FIB UI saja, tapi mereka juga peduli dengan teman-teman disabilitas rungu dan wicara di luar sana. Salah satunya di Pusat Layanan Juru (PLJ) Bahasa Isyarat.

“Sebenarnya saya tidak memilih untuk jadi juru bahasa di Debat Pilgub, tapi semata-mata karena diminta oleh kawan-kawan tuli untuk menjurubahasai acara tersebut. Alasannya adalah ada kebutuhan untuk layanan juru bahasa isyarat,” kata Silva usai acara debat.